Renovasi rumah cantikku – by Tri Safa Mandiri

rumahPetra_awal

Tahun 2017 adalah saat untuk merenovasi rumahku. Rumah kecil dan mungil seukuran 6x15m di bilangan Puri Indah, daerah sentra perekonomian Jakarta Barat ini merupakan rumah pertamaku yang bisa saya dan istri beli di tahun 2012 setelah kami menikah. Bukan hal yang mudah ya untuk memiliki rumah sendiri saat ini di Jakarta? Rasanya soal rumah dan tempat tinggal cukup menjadi topik utama buat pasangan muda milenial saat ini. Kalau gak punya dana cukup, ya mau gak mau tinggal di pinggiran kota Jakarta 😀 Kami sendiri harus mengontrak rumah terlebih dahulu di tahun 2011 untuk bisa mengumpulkan dana terlebih dahulu dan “sedikit” bersabar untuk memiliki rumah sendiri.

Rumahku ini adalah rumah yang saya beli dari tangan pertama. Artinya design dan bentuknya sudah ada semenjak saya membelinya. Sebenarnya kondisi rumah masih sangat baik dengan pondasi rumah, pagar, canopy, instalasi air dan listrik yang baik dan layak digunakan. Hanya saja konstruksi atap berupa rangka kayunya sudah cukup lapuk dimakan rayap. Itupun setelah kami sadari setelah 2 tahun menempati rumah tersebut dan sempat melakukan perawatan anti rayap. Rangka utama pondasi atap yang terbuat dari kayu, yang sayangnya menyatu dengan rumah sebelah hampir sebagian besar telah habis dimakan rayap. Kini tinggal bongkahan kayu solid dan besar yang sudah tidak sekokoh saat rumah ini didirikan. Bahkan bentuknya pun sudah tidak utuh lagi karena banyak berlubang dan rapuh saat dipegang.  Plafon rumah kami pun mulai berlubang dan mulai turun karena terlepas dari kaitan kayu-kayu pondasi plafon nya. Yang membuat kami cemas adalah sampai kapan kami dapat bertahan, sebelum rumah kami benar-benar rubuh dan bisa menimpa kami semua.

Dengan tekad dan keberanian, kami putuskan untuk mencari dana tambahan untuk bisa merenovasi rumah kami. Bukan hanya mengganti plafon atau rangka utama rumah kami, tapi kami juga bertekad untuk menambah lantai rumah kami menjadi 2 lantai. Hal ini untuk mempersiapkan anak kedua kami yang sekiranya akan lahir di akhir tahun 2017. Jadi kami butuh ruang tambahan untuk anggota keluarga baru yang akan segera lahir dan area bermain untuk anak-anak kami. Saat ini, anak kami yang pertama gak bisa bermain dengan bebas, berlari dan merasakan ruang yang lebar di dalam rumah. Bermain hanya bisa dilakukan di dalam kamar, ruang tamu dan di area carport teras rumah.

Bayangkan rumah di samping dan belakang kami sudah jauh lebih tinggi dari rumah kami. Setiap kali hujan turun, air yang jatuh di atap tetangga akan masuk ke talang air di belakang rumah kami. Belum lagi cahaya matahari maupun hembusan angin yang terhalang oleh tembok-tembok tinggi di kanan kiri kami. Sungguh gak enak bukan punya rumah yang pendek?

Puji Tuhan, di minggu kedua Juli 2017 akhirnya proses renovasi rumah kami bisa mulai dilakukan. Dimulai dari proses memperbesar tulang-tulang pondasi cakar ayam rumah kami,  merubuhkan plafon dan pondasi atap serta mulai membuat pondasi dak lantai atap rumah kami.

RumahPetra renovasi 2017

 

 

 

RumahPetra - renovasi - jagoaninternet.comRumahPetra renovasi 2017 - jagoaninternet.com

facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail
facebooktwittergoogle_pluslinkedinrssyoutube

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *