Tionghoa bagian utama bangsa Indonesia

Menarik sekali membaca salah 1 artikel di media Kompas hari ini, yang menjelaskan besarnya peran serta rakyat etnis Tionghoa dalam terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Namun miris dan berbeda sekali kondisinya saat ini, dimana seringkali etnis Tionghoa dianggap kaum minoritas yang menjadi sumber masalah dan dijadikan objek hujatan, makian bahkan tindak kekerasan yang menjurus kepada radikalisme.

Dibawah ini adalah kutipan artikel tersebut….

Perkembangan bangsa Indonesia tidak bisa dilepaskan dari pengaruh etnis Tionghoa. Oleh karena itu, sudah sepatutnya semua elemen bangsa menghapus diskriminasi terhadap etnis itu yang disebabkan sejarah. Namun, komunitas Tionghoa pun diharapkan lebih menyatu dengan golongan mayoritas di Tanah Air. Direktur Eksekutif Reform Institute Yudi Latif mengatakan, ketidaktahuan golongan mayoritas Indonesia terhadap pengaruh dan kontribusi Tionghoa menyebabkan hadirnya kebencian.

Padahal mulai dari masuknya Islam ke nusantara, pembentukan kebudayaan batik, hingga perumusan Pancasila terkait erat dengan pengaruh Tionghoa.

“Tionghoa omnipresent bagi Indonesia karena hadir di pori kebudayaan kita” ujar Yudi ketika menjadi pemberi pidato kunci dalam peluncuran buku Tionghoa dalam keIndonesiaan: Peran dan Kontribusi bagi Pembangunan Bangsa, Kamis (23/2), di Jakarta.

Golongan minoritas, khususnya etnis Tionghoa berupaya agar bisa menyatu dengan golongan minoritas. Bagaimana caranya? Agar tidak menunjukan dan memperlebar kesenjangan di bidang ekonomi, mereka harus bisa untuk menunjukkan patriorisme dan semangat kebangsaan sebagai satu bangsa Indonesia. Tionghoa perlu terlibat banyak dalam jabatan publik untuk merekatkan kembali kerenggangan sosial yang selama ini menimbulkan prasangka buruk.

Jadi sebagai mayoritas, kita harus bisa memandang hormat minoritas khususnya rakyat Indonesia dari etnis Tionghoa. Justru sebagai minoritas itu, mereka punya komitmen yang besar untuk turut serta membangun bangsa. Sebagai minoritas, mereka harus bisa membuktikan diri bahwa mereka sama seperti kita punya semangat dan cita-cita yang sama mengisi kemerdekaan NKRI. Itulah Bhineka Tunggal Ika.

Sumber : Tulisan penulis yang mengkutip artikel Kompas, 24 Februari 2017

facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail
facebooktwittergoogle_pluslinkedinrssyoutube

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *