Salut buat Indonesia, salut buat toleransi umat beragamanya

Presiden Joko Widodo (tengah) dan Raja Salman bin Abdulaziz Al-Saud berfoto bersama dengan 28 tokoh agama disela-sela pertemuan di Jakarta, Jumat (3/3).

Salut buat Indonesia, salut buat toleransi umat beragamanya..

Itulah inti pujian yang diberikan Raja Salman saat berdiskusi dengan para 6 perwakilan pemuka agama di Jakarta, 2 Maret 2017. Yang Mulia mengatakan kalau Indonesia adalah negara yang stabil dikarenakan adanya stabilitas ekonomi dan politik. Lihat! dunia saja bisa memandang dan mengakui bahwa perbedaan di Indonesia khususnya perbedaan agama tetap bisa mempersatukan rakyatnya lewat toleransi yang kuat antar umat beragama. Rasanya malu kan kalau jika pada kenyataannya pujian tersebut tidak sesuai dengan kondisi saat ini di bangsa dan kota kita.

Jadilah agama yang moderat, yang melindungi yang lemah dan mengutamakan toleransi antar sesama bangsa walaupun memiliki perbedaan. Lawan segala bentuk radikalisme, extrimisme dan terorisme. Itulah semangat yang dikumandangkan Yang Mulia Raja Salman kepada kita semua. Kita semua adalah satu bangsa yang lahir dan punya cita-cita yang sama untuk menciptakan masyarakat Indonesia yang adil dan makmur.

Begitu perhatiannya Raja Salman terhadap perdamaian di seluruh bangsa dan berupaya menciptakan kerukunan antar umat beragama guna menangkal radikalisme dan extrimisme yang pada akhirnya bisa menimbulkan terorisme. Itu tercermin dari permintaan Yang Mulia Raja untuk bisa berkumpul dan berdiskusi dengan semua agama dan kepercayaan yang ada di Indonesia, yang diwakili oleh para pemuka agama. Luar biasa!

Saya pribadi senang sekali rasanya dengan kunjungan Raja Salman ke Indonesia. Bangga rasanya punya pemimpin-pemimpin besar di dunia yang sangat berwibawa dan punya jiwa besar yang selalu ingin menciptakan perdamaian dan kesejahteraan untuk semua orang. Pemimpin-pemimpin hebat ini adalah peminpin yang low profile, bisa berdiri tinggi diatas segala perbedaan-perbedaan yang ada dan mampu menciptakan persatuan dan kesatuan.

Raja Salman benar-benar datang di saat yang tepat rasanya, disaat bangsa ini butuh kesejukan dan ketenangan setelah pesta demokrasi pilkada serentak 15 Februari lalu yang sampai saat ini masih saja meninggalkan rasa “kebencian” antar sesama rakyat Indonesia. Ada pihak yang kalah dalam Pilkada, ada pula yang merasa dicurangi, dsb. Itulah dinamika Pilkada.

Sebagai warga negara, rasanya sudah capek dan muak melihat saudara-saudara sendiri sebangsa dan setanah air  yang memiliki perbedaan  pandangan dan pendapat yang pada akhirnya menyebabkan pertentangan, pertikaian dsb. Hargai perbedaan itu untuk semakin memperkaya kita dan kontrol kita untuk hidup lebih baik, bukan malah membenci satu sama lain.

Mari kita artikan kedatangan Raja Salman sebagai sebuah berkat, berkah, rahmat dan rejeki dari Tuhan YME yang masih sayang kepada rakyat dan bangsa Indonesia. Mari terus bergandeng tangan dan mempererat tali kasih dan silaturahmi antar sesama rakyat yang walaupun berbeda, kita tetap satu jua. Lupakan perbedaan yang ada, dinginkan kepala kita dan buka hati kita untuk terus memajukan bangsa Indonesia menjadi bangsa yang hebat!

 

Salam JagoanInternet!

facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail
facebooktwittergoogle_pluslinkedinrssyoutube

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *