Kasus P2TL PLN di Kebon Jeruk (Ardy)

Saya adalah Ardy, pelanggan PLN dengan no pelanggan 543300354736 wilayah Jakarta Barat. Saya mau menyampaikan pengaduan seputar pemeriksaan P2TL PLN di rumah saya pada tanggal 11 Februari 2016. Dari pemeriksaan tersebut ditemukan lubang dibangian atas body meteran, sehingga kami dikenakan denda Rp 10.148.797 dan akan dikenakan sangsi pemutusan listrik jika tidak membayar.

Saya kaget dengan temuan ini dan saya sama sekali tidak merasa melakukan penyelewengan listrik mengingat tagihan listrik menurut kami adalah normal sesuai pemakaian. Saya membeli rumah bekas pada 4 Mei 2010 dan sama sekali tidak tahu bahwa sebaiknya dilakukan pemeriksaan PLN terlebih dahulu dan hal ini tidak masuk dalam dokumen resmi jual beli rumah.

Saya sudah menyampaikan keberatan atas denda 10 juta yang ada, karena saya merasa tidak bersalah dan seharusnya bias dilakukan pengarahan terlebih dahulu bukan langsung dikenakan denda tanpa melihat apakah ada unsur sengaja atau tidak. Pihak PLN tidak mau melihat dari sisi apakah kami sengaja atau tidak? Apakah pembayaran listrik kami wajar atau tidak?

Dari pertemuan kami dengan koordinasi P2TL PLN kami hanya diberikan keringanan berupa cicilan yang sama artinya kami harus membayar sesuatu yang tidak kami lakukan dengan sadar. Menurut kami, ada mekanisme yang kurang dalam pelaksanaan penertiban listrik. Tidak ada aturan yang baku bahwa jual beli rumah harus melakukan pemeriksaan PLN dulu, sehingga hal ini menjadi kerugian pihak penghuni terakhir.

Saya sebagai konsumen PLN sangat menghargai kebijakan PLN dalam memerangi kebocoran listrik. Tapi alangkah tidak adilnya jika semua hasil temuan di pukul rata vonis bersalah dan tidak bisa melakukan pembelaan diri. Saya percaya peraturan P2TL di buat dengan tujuan baik, tapi ada celah di mana konsumen yang membeli rumah bekas di rugikan.

  1. PLN tidak mengeluarkan aturan resmi bahwa HARUS dilaksanakan pemeriksaan meteran sebagai salah satu syarat jual beli rumah.
  2. Berdasarkan no 1 , maka pada prakteknya para broker rumah maupun developer tidak melaksanakan pemeriksaan sebelum jual beli.
  3. Tidak ada sosialisasi besar besaran dan rutin di media cetak maupun elektronik untuk mengedukasi masyarakat akan pentingnya pemeriksaan meteran sebelum jual beli rumah.

 

Dengan tidak adanya point 1-3 maka masyarakat awam tidak tahu dan tidak pernah menaruh curiga apakah rumah yang akan mereka beli bermasalah instalasi listriknya. transaksi jual beli rumah umunya dilakukan tanpa adanya pemeriksaan meteran. Dari masalah ini saya melihat bahwa ada ketidaktahuan masyarakat yang pada akhirnya menjadi bumerang buat masyarakat itu sendiri. Kami terpaksa harus membayar atas sesuatu yang tidak kami lakukan.

Nominal 10 juta bukan hal kecil untuk kami, walaupun itu di cicil 12 bulan. Jangan jadikan kami mangsa untuk memenuhi target pendapatan BUMN. kami punya itikad baik, kami bukan maling, kami bukan penjahat. Sudah saat nya PLN dan  petugasnya bisa menjadi sahabat rakyat bukan malah menjadi momok seram bagi rakyat awam.

Melalui pengaduan  ini saya mohon bantuan keadilan bagi saya.  karena jujur saya tidak tahu harus mengadu kepada siapa karena pengaduan keberatan ke PLN area setempat  pun sampai saat ini mentok kepada “peraturan”.

Sebagai info tambahan, saat ini listrik di rumah sudah diputus dikarenakan proses pengaduan lewat BPSK masih berlangsung dan konsumen tidak bersedia menandatangani SPH serta membayar tagihan susulan atau denda 10 juta tersebut. Betapa besar pengorbanan dan harga yang harus dibayar oleh keluarga ini yang mempunyai hak untuk hidup yang layak. Dalam gelap malam dan cahaya lilin, keluarga ini dan orang tuanya “dipaksa” harus hidup dalam sengsara dan ketidakadilan. Tidak lain oleh penguasa listrik yang hanya berusaha menegakkan peraturan tanpa memperdulikan keadilan yang sesungguhnya. Karena pada dasarnya mereka punya hati, tapi SETENGAH HATI!

Salam,

Ardy

facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail
facebooktwittergoogle_pluslinkedinrssyoutube

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *