Membangkitkan “Generation Y” yang Produktif

Generasi Y, yang kini sedang ada di bangku kuliah, bekerja di sebuah perusahaan atau sedang mengembangkan bisnis akan memegang peran penting dalam perkembangan industri di Indonesia dalam kurung waktu 5-10 tahun ke depan.

Anda seorang Generasi Y?

Iya, jika Anda terlahir di antara tahun 1980 hingga 1995, dan paling tidak mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :

  • Anda lebih mudah menerima perubahan, karena lebih ‘open minded’ dan berkeinginan tinggi untuk belajar segala hal baru.
  • Anda lebih percaya diri untuk tampil di depan forum dan mengemukakan pendapat.
  • Anda selalu terkoneksi secara online melalui komputer, laptop, smartphone atau media elektronik lainnya untuk bekerja atau berkomunikasi dengan sesama.
  • Anda tidak terlalu suka hal-hal yang terlalu detail dan menganggap bekerja dengan laptop di Starbucks Café sambil minum kopi itu hal yang biasa.
  • Anda mempunyai semangat yang luar biasa untuk sebuah ide dan inovasi.

Singkat kata Generasi Y adalah generasi yang tumbuh seiring dengan berkembangnya komunikasi massa dan internet.

Jika kita perhatikan lebih lanjut, maka generasi Y saat ini adalah orang-orang yang saat ini sedang duduk di bangku kuliah atau sedang merintis dan mengembangkan usaha ataupun sedang bekerja di sebuah perusahaan untuk meniti karir.

Saya setuju dengan pendapat banyak orang bahwa generasi inilah yang menjadi tulang punggung dan memegang peranan penting dalam menjadi penentu perkembangan industri di dalam waktu 5 -10 tahun ke depan di sebuah negara.

Hal ini juga akan terjadi di Negara kita sendiri Indonesia, yang saat ini juga sedang mengalami perubahan yang besar, perubahan itu antara lain ditandai oleh 4 pilar besar yaitu:

  1. Pendapatan perkapita di Indonesia yang menyentuh US $3.000 (spending power).
  2. Jumlah ponsel yang mendekati populasi, dan 50% di antaranya mempunyai kapasitas mengakses jejaring sosial.
  3. Menguatnya gejala freemium dalam bisnis.
  4. Munculnya generasi baru yang cepat berubah karena terhubung satu dengan yang lainnya.

Keempat pilar ini berpengaruh pada perilaku konsumen (consumer behavior) dan perilaku bisnis(business behavior) dan menjadi penopang kegiatan kewirausahaan di Indonesia.

Bagaimana seorang generasi Y memanfaatkan peluang ini? Ini mungkin menjadi sebuah pertanyaan yang sama sulitnya dengan pertanyaan ‘jackpot’ di TVshows “Who wants to be a millionaire?”, saya percaya jawabannya tidak mudah, karena dibutuhkan sebuah research dan strategi yang jitu, karena jawabannya tentu tidak hanya berupa sebuah ide saja, tetapi bagaimana ide itu bisa dieksekusi dan bisa memberikan sebuah bisnis model yang baik.

Terlepas dari kemampuan skill seorang ketika ingin mendirikan sebuah usaha atau startup, saya percaya bahwa kemampuan untuk melihat celah, memanfaatkan peluang dan fakta apa yang terjadi dan sedang dibutuhkan di Indonesia dan mengeksekusinya adalah hal yang tidak kalah penting dalam membangun sebuah startup.

Hal-hal semacam ini yang mungkin tidak banyak dimiliki ketika seseorang baru saja menyelesaikan kuliahnya. Sehingga banyak juga mahasiswa yang baru lulus untuk mencoba mencari pengalaman bekerja terlebih dahulu sebelum membangun sebuah usaha. Dan tentu saja hal ini bukanlah keputusan yang salah.

Di kampus tempat dahulu saya pernah mengajar, seringkali saya mendorong para mahasiswa saya bukan hanya untuk mengikuti kompetisi dan acara-acara seputar update teknologi tetapi juga berbagai seminar, acara, atau kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan startup dan “How to be an Entrepreneur”. Sehingga mereka tidak hanya memiliki kemampuan secara skill saja, tetapi juga diperlengkapi akan pengetahuan bisnis aspeknya. Dan sebenarnya hal-hal inilah yang akan memacu dan memotivasi seseorang untuk berkembang untuk menjadi seorang “pioneer” yang produktif.

Salah satu acara yang secara rutin diselenggarakan di kampus tempat saya pernah mengajar adalah sebuah event bejudul “CEO Speaks” di mana para pimpinan perusahaan kelas atas di industri boleh membagikan pengalamannya dari segi bisnis, strategi, dan menajemen sehingga bisa memimpin dan membawa perusahaannya menjadi sukses dan berkembang.

Sebagai penutup, saya akan kembali lagi mengajukan pertanyaan “Apakah Anda Generasi Y yang ingin bangkit dan menjadi produktif?”

Perlengkapilah terus diri Anda dan mari kita bergandeng tangan bersama-sama demi membangun negeri kita tercinta ini.

sumber : http://startupbisnis.com/

facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail
facebooktwittergoogle_pluslinkedinrssyoutube

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *