Kenapa Perusahaan Finansial HARUS peduli dengan Big Data?

Informasi bagaikan oksigen dalam dunia bisnis. Informasi merupakan sumber daya yang tidak ternilai, jika dapat diperlakukan (diolah) dengan baik, maka dapat memberikan wawasan dan intelijen bisnis untuk mendorong adanya customer engagement, produktivitas, dan keunggulan kompetitif. Selain itu, informasi juga merupakan aset strategis bagi perusahaan. Dengan memperlakukan data dengan baik, maka kesempatan untuk mendapatkan penghargaan komersial dan keunggulan kompetitif akan meningkat. Oleh karena itu, sangat penting bagi perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa keuangan mengelola informasi secara efektif dan efisien untuk keuntungannya sendiri.

Sebuah hasil survei terhadap pelaku bisnis menengah serta perusahaan-perusahaan di Eropa dan Amerika menunjukkan hanya dua per tiga perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa keuangan di Inggris yang telah menggunakan informasi untuk meningkatkan inovasi terhadap produk dan layanannya. Dan hanya seper empatnya yang telah menggunakan informasi untuk meningkatkan kecepatannya memasuki pasar. Sementara itu, hanya seper dua belasnya yang mengatakan bahwa informasi dapat meningkatkan siklus pengembangan produk atau layanan. Selanjutnya, dalam hal prioritas manajemen informasi, 81% perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa keuangan di Inggris memilih untuk menghindari pelanggaran data dan tindakan hukumnya. Sehingga, untuk membuka nilai informasi masih menjadi tantangan bagi sebagian besar perusahaan.

Tidak ada perusahaan yang rela menolak kesempatan untuk mencapai keunggulan kompetitif. Tidak ada pula dua perusahaan yang bergerak dalam bidang bisnis atau sektor yang berbeda yang dapat mengelola informasi dengan cara yang persis sama. Kuncinya adalah bagaimana membangun kerangka manajemen informasi yang fleksibel serta dapat beradaptasi dan tumbuh sesuai dengan perkembangan pemahaman bisnis Big Data dalam sektor layanan keuangan. Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan sebelum memulai mengelola Big Data adalah sebagai berikut.

  1. Memulai dari akhir. Tentukan tujuan dan sasaran bisnis yang ingin dicapai, kemudian membangun strategi data dari tujuan dan sasaran yang telah diidentifikasi sebelumnya.
  2. Menjadikan permasalahan menjadi lebih simpel serta mengelola tantangan dengan baik. Tentukan informasi mana yang paling berpotensi ataupun yang memiliki risiko terhadap bisnis, kemudian fokuskan waktu dan sumber daya pada pemanfaatan itu.
  3. Memprioritaskan data yang masuk untuk dipertimbangkan selanjutnya akan dihapus atau diatur waktu penyimpanannya sebelum dihapus.
  4. Menyiapkan rencana dengan matang untuk hal-hal lain yang masih tersisa.
  5. Membangun sistem manajemen informasi perusahaan yang luas.
  6. Mengetahui dengan jelas kewajiban hukum perusahaan
  7. Menghindari analisis paralysis.
  8. Mengutamakan adanya progres dibanding kesempurnaan.
  9. Memudahkan semua departemen atau unit dalam perusahaan untuk melihat informasi.
  10. Melihat data dalam suatu konten. Data yang terisolasi pada dasarnya tidak berharga.
  11. Mempertimbangkan sejarah atau jejak perusahaan sebelumnya.
  12. Mengetahui dengan pasti letak data disimpan, siapa yang memiliki atau tidak memiliki akses terhadap data tersebut.

Banyak perusahaan yang telah memahami risiko dan nilai dari suatu informasi, namun masih merasa putus asa untuk melakukan sesuatu terhadap informasi tersebut (mengelola dan memanfaatkan informasi). Padahal sebenarnya informasi tersebut merupakan aset bisnis terbesar yang mereka miliki. Hal tersebut sangat disayangkan.

sumber : http://komangaryasa.com/

facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail
facebooktwittergoogle_pluslinkedinrssyoutube

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *