Big Data dan Bisnis Masa Depan

Saat ini, hal mendasar dari perusahaan adalah informasi. Hal ini tidak akan berubah. Informasi yang saat ini beredar sudah sangat banyak. Namun, permasalahannya bagaimana kita bisa mengetahui dan melakukan sesuatu yang lebih dari informasi yang ada. Hal-hal kualitatif telah bergeser ke hal-hal kuantitatif. Dengan memiliki data dalam jumlah banyak memungkinkan kita untuk melakukan hal-hal baru yang tidak dapat dilakukan sebelumnya. Dengan kata lain, more is not just more, more is better, and more is different.

Batasan mengenai apa yang bisa kita peroleh maupun yang dapat kita lakukan dengan data tetap ada. Asumsi sebagian orang mengenai biaya pengumpulan dan kesulitan dalam pengolahan data perlu diubah. Tidak ada bidang usaha atau sektor industri yang dapat kebal terhadap perubahan setelah munculnya Big Data. Manusia yang membangun tools dan mereka akan dibentuk oleh tools yang mereka bangun.

Big Data merupakan dunia baru dalam data. Big Data juga mengenai bagaimana perusahaan dapat memanfaatkan peluang yang ada serta bagaimana melawan dua hal dalam kebijakan politik maupun regulasi. Yang pertama adalah pekerjaan. Adanya Big Data dan algoritma akan mendorong otomatisasi berbagai proses dalam suatu perusahaan atau pabrik. Hal ini tentu akan memerlukan pengurangan tenaga kerja, karena sebagian besar telah dapat diakomodasi oleh mesin. Namun, adanya pemikiran bahwa teknologi akan mendorong penciptaan lapangan kerja, meskipun membutuhkan waktu yang cukup lama setelah munculnya teknologi, mungkin dapat mematahkan asumsi sebelumnya.

Selanjutnya yang kedua adalah privasi. Hal-hal mengenai privasi merupakan tantangan yang besar di era Big Data. Adanya ancaman terhadap privasi di era Big Data tidak hanya terjadi setiap hari atau setiap jam, melainkan dapat terjadi 1.000 kali per detik. Sulit bagi kita untuk membayangkan bagaimana hukum mengenai permasalahan privasi bekerja di dunia ini, ataupun bagaimana seseorang yang mengalami pelanggaran privasi menyadari situasinya dan apa yang harus dilakukannya. Untuk itulah, diperlukan suatu regulator yang memahami aturan-aturan Big Data.

Big Data akan mengubah bisnis, dan bisnis akan mengubah masyarakat. Harapannya tentu manfaat yang diperoleh dari Big Data akan jauh lebih besar dibanding kerugiannya. Dunia Big Data masih sangat baru dan sebagai bagian dari masyarakat, kita masih belum mampu menangani atau memanfaatkan data yang telah dikumpulkan sekarang. Masa depan tidak bisa diramalkan. Teknologi akan terus mengejutkan kita, namun yang pasti sesuatu yang lebih tidak hanya akan menjadi sekedar lebih, tetap akan berbeda.

 

sumber : http://komangaryasa.com/

facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail
facebooktwittergoogle_pluslinkedinrssyoutube

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *