Ayo kawan kita perjuangkan keadilan bersam-sama!

Hari sabtu, 16 April 2016 akhirnya saya bisa bertemu dengan kawan-kawan yang juga mengalami ketidak adilan dari P2TL PLN di Jakarta Barat. Ada banyak kisah yang sungguh tidak mengenakan. Bahkan 1 dari kami harus mengalami pemutusan hubungan listrik dan sudab bebeberapa lama ini menggunakan lilin sebagai penerangan di rumah mereka. Sungguh memprihatinkan…

Buat saya pribadi, ada hal-hal yang telah dilakukan oleh perusahaan negara ini yang notabene “DEWANYA LISTRIK” di negara ini sudah perlu digaris bawahi. Hak asasi manusia untuk mendapatkan keadilan dan kehidupan yang layak rasanya perlu diperjuangkan dalam hal ini Ada banyak kisah dan pil pahit yang kami alami bersama PLN dalam memberikan layanan listrik.

Kami butuh bantuan berupa saran, support dan kerjasamanya dari semua konsumen PLN lainnya yang berarti semua rakyat Indonesia.

Dari semua pelajaran ini, kami menyarankan teman-teman yang lain agar :

  1. Jangan menerima dan buka pintu petugas P2TL / PLN yang akan memeriksa rumah jika tidak ada penyidik / wakil rakyat setempat ataupun anda ragu. Apapun alasan maupun ancaman yang diterima. Terutama jika Anda sendiri tidak ada dirumah, mintalah kepada petugas untuk boleh datang di hari lain saat Anda ada.
  2. Jikalau diterima masuk pada akhirnya dan petugas melakukan pemeriksaan, lakukan dokumentasi yang lengkap. Photo petugas, photo peralatan Kwh meter sebelum dibuka serta photo dan videokan pelaksanaan pemeriksaan P2TL.
  3. Jangan tanda tangani apapun (Berita Acara, Laporan, dsb) jika Anda ragu. Karena apapun yang ditandatangani akan menjadi bisa menjadi masalah untuk kita di kemudian hari. Minta penjelasan yang lengkap dari petugas P2TL dan jangan lupa selalu rekam pembicaraan dan visual prosesnya.
  4. Jangan tanda tangani SPH (Surat Pengakuan Hutang) tanpa catatan bahwa “Anda terpaksa menandatangani surat tersebut” jika Anda benar-benar terdesak oleh keharusan membayar atau listrik diputus .Berikan klausul/note tambahan dibawah surat dan ditandatangani bersama-sama.
  5. Jika memang masih terdapat masalah dan tidak terdapat kesepakatan diantara Anda dan PLN dalam kasus ini, maka silahkan menghubungi dan melapor kepada BPSK (Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen) dan Ombudsman Republik Indonesia (ORI) untuk membantu konsumen, jiak memang dirasakan terdapat pelanggaran terhadap pelaksanaan P2TL itu sendiri.

Sekali lagi, tulisan diatas adalah saran dan masukkan buat membantu kita-kita yang mengalami permasalahan diatas. Tanpa maksud menjelekkan atau menyudutkan pihak manapun. Marilah kita belajar dari apa yang kita alami dan berbuat lebih baik lagi kedepannya.

Ayo kawan kita perjuangkan keadilan bersama-sama!

Salam,

Jagoaninternet.com

 

Note : Ayo bantu tanda tangani petisi untuk hentikan BOM WAKTU DENDA P2TL disini

https://www.change.org/p/dirut-pln-stop-bom-waktu-denda-tagihan-susulan-p2tl-pln

facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail
facebooktwittergoogle_pluslinkedinrssyoutube

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *