Terima Kasih PLN Area Cengkareng!

logo-pln-bersih2-copyTerima kasih PLN! Sebuah pelajaran berharga untuk saya untuk sadar dan belajar menjaga listrik dan lingkungan sekitar kita. Lapor jika temukan masalah / pencurian listrik dan bertindak arif dan bersih dalam proses pemeriksaan listrik. Ayo dukung PLN untuk bersih dan Anti KKN!

Sebagai Warga Negara Indonesia yang baik, saya juga mau sharing mengenai proses dan hasil pemeriksaan petugas P2TL PLN terhadap saya sebagai konsumen listrik, warga perumahan Taman Semanan Indah, Semanan, Jakarta Barat

Adapun kronologis detailnya adalah sebagai berikut :

Photo Petugas Pemeriksa P2TL (1)Tanggal 17 Des 15, petugas outsource P2TL mendatangi rumah-rumah di dalam blok G perumahan Taman Semanan Indah. Dari pemeriksaan di rumah kami, kebetulan hanya istri yang dapat mewakili saat itu dengan info dan pengetahuan yang sangat awam mengenai instalasi listrik PLN.

BAP pun dibuat seusai pemeriksaan yang mau tidak mau di ttd oleh istri saya saat itu sebagai bentuk itikad baik dan tidak melakukan upaya perlawanan atau penyuapan. Terdapat temuan dan laporan sebagai berikut : SETEMPAT PADA SAAT DIPERIKSA SEGEL TERA KIRI DAN KANAN ADA, KEDAPATAN KABEL NOL PLN LANGSUNG KEBEBAN (STOP METER), DENGAN ARUS TERUKUR I=3.3A. SEGEL OK TIDAK ADA (PUTUS) DI LILIT MENGGUNAKAN KAWAT.

Photo Petugas Pemeriksa P2TL (2)Dari temuan tersebut, dapat diartikan bahwa kami sebagai pemilik rumah saat ini  dinyatakan bertanggung jawab perubahan terhadap instalasi meteran PLN. Sebagai informasi, kami membeli rumah di Des 2011 dan merupakan pemilik rumah ke-2 setelah pembeli pertama. Di hari pemeriksaan tersebut pula, perbaikan terhadap kabel nol yang tidak proper pun dilakukan. Namun bukti resmi dari PLN bahwa kabel nol sudah diperbaiki juga tidak ada, bisa-bisa besok-besok kita kena lagi donk? :)

Jika terjadi kebocoran arus dengan I=3.3A, berapa sih maksimum jumlah daya (Watt) yang bocor dan berapa maksimum biaya setiap bulannya? Berapa sih jumlah tagihan bulanan saya jika maksimum terpakai setiap bulannya? Apakah benar kabel yang tidak proper itu sengaja dibuat untuk mendapatkan arus listrik lebih “gratis tanpa bayar”? Kalau ya sengaja dibuat, seharusnya ada selisih tagihan yang keliatan nantinya setelah normalisasi / perbaikan dilakukan saat pemeriksaan. Kita lihat nanti deh ya, but dont expect PLN mau peduli kali ya? 😀

Setelah Surat Panggilan kedua saya terima, maka dengan itikad baik saya mendatangi kantor area Cengkareng untuk klarifikasi hal tersebut dan bertemu . Saya diinfokan (secara verbal) jenis pelanggaran dan sanksi yang diberikan adalah sebesar 29jt dengan dasar perhitungan yang dikatakan dari aturan resmi, berdasarkan system dan diberikan print out nya. Memang belum ada surat resmi dari PLN setempat untuk hal ini.

Pada panggilan ketiga juga, saya dan istri kembali mendatangi kembali kantor area PLN Cengkareng dan berdiskusi langsung dengan Pejabat tertinggi terkait sekaligus mengajukan surat keberatan kami. Kami diterima dan dilayani dengan sangat baik dan kooperatif dalam mendengarkan semua pembelaan kami. Saya dan istri berterima kasih setinggi-tingginya atas sikap, dedikasi dan ketegasan beliau dan rekan-rekan PLN lainnya.

Namun sayangnya dari dari sharing dan diskusi tersebut tidak ada kebijakan lebih lanjut yang sesuai dengan aspirasi kami. Dari hasil diskusi kami, diindikasikan ada pencurian daya listrik yang kami nikmati selama ini. Jika daya terpasang listrik kami (3500 Watt), namun pembayaran tagihan bulan dicurigai sangat kecil / diluar batas kewajaran

Dari hasil diskusi tersebut, kami juga dihimbau untuk segera membayar dan diberikan waktu yang singkat (7hari) sebelum listrik kami dicabut. Jadi buat kami saat itu, Tidak ada kebijaksanaan lain dari pihak PLN buat kami konsumen yang tidak bersalah selain MEMBAYAR atau MENCICIL pembayaran sanksi tersebut.

Memang berat ya  memperjuangkan keadilan?  Memperjuangkan keadilan & kebenaran jika kita dipersalahkan atau diberikan punishment atas sesuatu yang tidak kita lakukan. Apalagi jika berhadapan dengan Negara dengan segala aturan dan undang-undangnya. BUKAN BERARTI PERJUANGAN BERAKHIR KAN?

Menindaklanjuti hal ini maka kami mencoba mengajukan keberatan dan peninjauan kembali lanjutan ke pihak Kantor Wilayah Distribusi Jakarta Raya dan sementara itu kami juga mengajukan laporan kami ke pihak-pihak seperti Ombudsman, lembaga perlindungan konsumen seperti YLKI, BPKN, BPSK serta media social dan media cetak. Hal ini sebagai peran serta aktif kami sebagai warga negara yang ingin membuka mata dan memberikan edukasi kepada seluruh warga bangsa Indonesia agar melek dan peduli terhadap listrik dan Badan Negara yang mengelolanya.

Sebagai warga negara dan konsumen yang tidak bersalah atas temuan tersebut, kami juga membuat Surat Pernyataan tertulis serta Surat Laporan Warga kepada instasi pemerintah terkait (RT/RW,dsb) sebagai itikad baik kami memperjuangkan keadilan lewat jalan yang benar dan sesuai kewajiban kami sebagai warna negara yang baik.

Ingin tau dan lihat lebih detail dokumen-dokumen tersebut dan dokumen lainnya, seperti BAP P2TL, surat Panggilan, Riwayat Tagihan Listrik, dll nya, Silahkan klik disini!

Kami akan terus mencoba berjuang untuk minta pemeriksaan kembali lebih lanjut terhadap instalasi listrik rumah kami, verifikasi kembali semua tagihan kami selama beberapa tahun terakhir, sebelum dan setelah normalisasi. Kami sendiri ingin membuktikan apa yang sudah dinyatakan sebelumnya bahwa ada indikasi bahwa kami telah menikmati pencurian listrik dengan memanipulasi kabel nol PLN. Apakah dari semua kewajiban pembayaran listrik yang sudah kami lakukan dengan tertib setiap bulannya, terbukti ada daya listrik yang kami nikmati dan tidak kami bayarkan kepada Negara?

Kalaupun memang benar, sebenar-benarnya kami terbukti merugikan Negara dari pemeriksaan & verifikasi lanjutan ini, kami bersedia membayar sejumlah selisih yang selama ini tidak dibayarkan ke Negara, tentu dengan perhitungan yang lebih adil dan proporsional buat kami dan bukan sekedar asal hitung atau pukul rata hitungannya, walaupun itu dari aturan resmi sekalipun.

PROFIL-KWH

Kami tahu dan mengerti bahwa P2TL dibentuk dengan maksud dan tujuan yang baik untuk tertib listrik secara nasional. Dengan semangat dan prosedur yang sudah dibuat, idealnya P2TL dapat mewujudkan cita-cita mulia PLN tersebut. Namun (mohon maaf) jika pada pelaksanaannya masih terdapat celah dimana konsumen yang tidak bersalah, tidak tahu dan tidak mengerti karena kurangnya informasi, secara tidak langsung dan sangat mudah menjadi korban mekanisme penertiban seperti ini.

Tanpa mengurangi rasa hormat kami kepada BUMN, namun kami dapat membenarkan apa kata banyak orang selama ini bahwa PT.PLN bertindak sebagai polisi yang menangkap, sebagai jaksa yang mendakwa dan sebagai hakim yang memberikan keputusan dan menjatuhkan hukuman. Dimana sebenarnya keadilan yang sebenarnya untuk kami para konsumen mu, jika kurang dihormatinya dan kurang diberikannya ruang untuk melakukan pembelaan? Apakah mekanisme yang sudah diterapkan PLN selama ini efektif dan tepat sasaran sesuai cita-cita mulia tertib listrik secara nasional?

Dalam kasus ini, kami mencoba berpikir realistis. Jika sudah banyak kasus yang terjadi kenapa hal tersebut terus berulang dan pada akhirnya menimpa kami? Kalau hari ini kami menjadi korbannya, bukan tidak mungkin kelak Anda akan punya cerita yang sama seperti kami.

Kenapa seakan-akan kami melihat terjadi pembiaran terhadap praktek semacam ini untuk dilakukan terus menerus? Dimana edukasi dan pelajaran yang diberikan oleh PLN dalam hal ini? Apakah ini adalah cara dan mekanisme resmi PLN mengejar “maling listrik” agar mereka jera? Efektif kah dalam menangkap, atau malah asal gebuk? JERA atau KECEWA?

Kenapa PLN tidak membuat langkah action preventif yang efektif? Membuat mekanisme yang lebih clear dan lebih tertib lagi. Misalnya dengan aturan menerbitkan sertifikat layak listrik untuk setiap rumah yang diperjual belikan? Secara tidak langsung, penjual/pembeli/pihak developer akan aware untuk hal ini dikemudian hari.

Kenapa PLN tidak punya langkah dan kebijaksanaan seperti badan Negara yang lainnya seperti Dirjen Pajak yang memberikan Sunset Policy berupa penghapusan sanksi untuk mengejar tujuan utama yaitu  mengetahui ketidakbenaran pemenuhan kewajiban perpajakan yang telah dilaksanakan oleh masyarakat. Jadi diberikan waktu,  kesempatan dan kebijaksaan untuk Warga menertibkan diri. Masih banyak kebijaksanaan yang lain seperti sanksi PBB, sanksi dari PAM, dsb.

Apa yang  sebenarnya lebih diutamakan untuk menertibkan pemakaian listrik negara? Preventif atau Korektif? Kalau sering kita mendengar petugas P2TL mendatangi rumah -rumah warga untuk pemeriksaan dan melaporkan jika ada temuan, apakah kita pernah mendengar petugas PLN mendatangi rumah-rumah warga atau perumahan untuk memberikan himbauan / info / brosur/ pamflet mengenai mencegah dan sadar akan pengecekan dan penertiban listrik?

 

Sebuah refleksi dan sebuah pembelajaraan, Orang benar jangan berdiam diri untuk memperjuangkan keadilan!

 

Salam Sukses,

JagoanInternet.Com

 

NB: Teman-teman punya komentar, saran, masukkan dan pengalaman yang sama? Berikan support dan dukungan serta masukkan buat kami ya dalam komentar dibawah ini. Thanks!

Alasan Kereta Cepat Jakarta-Bandung Penting

Manajemen PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) menyatakan pengadaan kereta Jakarta-Bandung merupakan hal krusial. Hal tersebut menimbang kebutuhan alat transportasi untuk wilayah tersebut.

Direktur Utama PT KCIC Hanggoro Budi Wiryawan mengatakan, kereta cepat bakal menjadi alternatif karena padatnya rute jalan tol serta kereta reguler. Kereta ini untuk memenuhi kebutuhan kereta jangka panjang.

“Kereta cepat program untuk menangkap kebutuhan sampai 50 tahun ke depan. Meski ada jalan tol dan kereta api. Tol sudah padat, kalau 2-3 tahun akan lebih padat, apalagi 50 tahun ke depan,” ujar dia saat berkunjung ke redaksi Liputan6 di SCTV Tower, Jakarta, Minggu (31/1/2016).

Dia mengatakan, hal tersebut merupakan potensi yang perlu ditangkap. Terlebih, penumpang mengalami pertumbuhan setiap tahunnya.

“Dari sisi perhitungan potensinya cukup meyakinkanm sekaligus kami meralat yang disampaikan pengamat, di kereta cepat potensi penumpang bukan 61 ribu tapi 28 ribu per hari. Mungkin akan berpindah moda transportasi eksisting dan growth 2 persen per tahun,” jelas dia.

Sejalan dengan itu, pihaknya menginginkan adanya pembelajaran dari proyek tersebut karena adanya transfer teknologi.

Tak sekadar itu, pihaknya juga mengincar adanya pasar yang lebih luas dan menjadikan Indonesia sebagai produsen kereta api.

“Kita juga menyiapkan agreement dengan China, membangun pabrik rolling stock di Indonesia. Bukan hanya kereta cepat, kereta lain juga kerja sama dengan INKA. Kita harapkan bukan hanya market Indonesia, dan implisit China sepakat masalah regional akan disuplai dari Indonesia,” ungkap dia.

Di sisi lain, pihaknya juga menampik jika program kereta cepat tak mendukung pemerataan moda transportasi di Indonesia.

“Dalam program pemerintah sangat jelas APBN memang difokuskan pembangunan infrastruktur luar Jawa. Ada Trans Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, Papua itu domain pemerintah. Domain pemerintah di Jawa lebih diserahkan swasta. Karena bukan servicing sector tapi supporting sector,” tukas dia.

sumber : liputan6.com

David ML Tobing:Sisi Lain Kepedulian Seorang Advokat

Ia salah seorang dari sedikit advokat yang peduli pada nasib konsumen. Putusan atas perkara yang dia tangani menjadi preseden baik bagi pencari keadilan. Semangatnya perlu ditiru advokat lain.

David Tobing - www.jagoaninternet.com

Kidung pujian kepada Tuhan bersenandung dari salah satu ruangan hotel di bilangan Jalan Sudirman Jakarta, penghujung Oktober lalu. “Harus membawa berita pada dunia dalam gelap. Tentang kebenaran dan kasih, dan damai yang menetap”. Lagu pujian tersebut mengawali peringatan dan syukuran 10 tahun kantor pengacara Adams & Co., Counsellors at Law.

 

Waktu 10 tahun memang bukan waktu yang singkat. Apalagi untuk sebuah kantor advokat yang menapaki tangga kesuksesan satu persatu, secara perlahan. Komitmen orang-orang yang menyangga kantor tersebut menjadi kunci penting menapaki tangga kesuksesan. Orang-orangnya harus berani membuat terobosan dengan melakukan sesuatu yang mungkin tidak dipikirkan atau ditapaki orang lain. Atau, seperti bahasa kidung suci tadi, harus berani “membawa berita pada dunia dalam gelap”.

 

Tidak semua orang bersedia “membawa berita pada dunia dalam gelap”. Apalagi mereka yang berprofesi sebagai advokat, profesi yang bergelimang iming-iming kemegahan duniawi. Profesi yang banyak mempertimbangkan materi di balik keputusan menerima atau menolak klien. Lantaran lebih banyak orang yang melihat materi sebagai garda terdepan pembelaan, nasib orang-orang kecil terpinggirkan. Perkara-perkara ‘receh’ meskipun menyangkut nasib banyak orang kurang diperhatikan.

 

Pakem itulah yang coba diterobos David Maruhum Lumban Tobing. Pria bernama lengkap David Maruhum Lumban Tobing ini dikenal sebagai advokat yang peduli pada nasib konsumen. Kepeduliannya bukan sekadar peduli di mulut, melainkan ia tunjukkan lewat aksi hukum yang bermartabat. Baik mewakili klien maupun mengatasnamakan dirinya Bahkan pernah mewakili anak-anaknya yang masih balita.

 

Profil Singkat

 

Educational Background
Faculty of Law, University of Indonesia, Jakarta, Indonesia (S.H. 1995), Specialist Programs for Notary and Lands, University of Indonesia, Jakarta, Indonesia (Sp.N. 2000), Master Degree for Notary, University of Indonesia, Jakarta, Indonesia (M.Kn. 2005).

License
Advokat (PERADI), Mediator (The Indonesian Mediator Center).

Work Experiences
Practicing Lawyer in Legal Assistance Foundation (Lembaga Bantuan Hukum-LBH) Jakarta (1994-1995); Practicing Lawyer in Lumban Tobing dan Rekan Law Firm (1995-1999); Member of Jakarta Lawyers Cub (2002-2003); Member of work group Commission for the Supervision of  Business Competition – KPPU (Feb 2002- Dec 2005); Member of Ikatan Advokat Indonesia (IKADIN); Member of Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI); Member of The Indonesian Mediator Center; Member of Indonesia Young Entrepreneur Jakarta Raya (HIPMI JAYA).

Sumber: http://adams.co.id

 

Sebagai wujud kepeduliannya pada hak-hak konsumen, kantor Adams & Co, dimana David bekerja, kini memiliki divisi khusus Lembaga Perlindungan Konsumen Swadaya Masyarakat.

 

Niat suci dan luhur acapkali mendorong David mengadvokasi kliennya hingga ke pengadilan. Tengok saja ketika ia mendampingi Anny R Gultom dan Hontas Tambunan. Anny dan Hontas kehilangan mobil kijang Toyota Super B 255 SD di pelataran parkir Plaza Cempaka Mas. Mobil ini sangat berarti bagi Anny dan Hontas karena sering dipakai untuk mengangkut jemaah gereja. Kehilangan mobil tersebut akan menganggu aktivitas keagamaan. Ironisnya, bukti-bukti kepemilikan dan tanda parkir masih ada di tangan Hontas. Lantas, mengapa mobil itu bisa lolos dari pengawasan petugas parkir? “Naluri saya tergerak untuk membantu,” kata pria lulusan Fakultas Hukum Universitas Indonesia itu.

 

Selama ini, orang yang kehilangan kendaraan hanya bisa curhat lewat surat pembaca atau milis kelompok. Pengelola jasa perparkiran nyaris selalu cuci tangan dan lepas tanggung jawab. Untuk memperkuat basis sikap pengelola jasa parkir, mereka menggunakan klausula baku dalam tiket parkir. Di lokasi parkir pun selalu tertulis pengelola tidak bertanggung jawab atas kehilangan kendaraan.

 

David mencoba menerobos pakem itu dengan menyeret pengelola jasa perparkiran, Secure Parking, ke meja hijau. Upaya David ternyata berhasil. Pengadilan tingkat pertama, banding, hingga Mahkamah Agung memenangkan gugatan Anny dan Hontas. Secure Parking diwajibkan membayar ganti rugi Rp60 juta.

 

Ini bukan satu-satunya upaya membawa pengelola jasa perpakiran ke meja hijau. Gara-gara menaikkan tarif parkir tidak sesuai peraturan perundang-undangan, David tampil sendiri sebagai prinsipal menggugat Secure Parking. Keberuntungan kembali berpihak kepada David. Mahkamah Agung mengabulkan gugatan ganti rugi seribu rupiah. Gara-gara gugatan itu, ia sempat dijuluki pengacara seceng. Kali lain, ia mewakili Sumito Y. Viansyah untuk menggugat pengelola jasa perparkiran yang sama karena kehilangan sepeda  motor. Hingga Pengadilan Tinggi DKI Jakarta, tergugat diwajibkan membayar ganti rugi. Tahun 2009, ia kembali dipercaya mengajukan eksekusi atas putusan MA dalam perkara PT Securindo Packatama Indonesia melawan Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Bandung. Ia menjadi kuasa Riwandi Kencana yang kehilangan motor di lokasi parkir.

 

David mengaku sangat gundah melihat banyaknya jasa layanan publik yang menggunakan klausul baku. Kenyataan itu membuktikan bahwa pelayan publik pub mengabaikan larangan menggunakan klausul baku dalam Undang-Undang Perlindungan Konsumen. Pelaku usaha dalam menawarkan barang/jasa yang ditujukan untuk diperdagangkan dilarang membuat atau mencantumkan klausula baku pada setiap dokumen dan/atau perjanjian. “Tetapi, klausula baku masih sering kita jumpai sehari-hari,” keluh David.

 

Klausula baku itu malah dimuat dalam peraturan daerah. Itu sebabnya, David pernah mengajukan uji materi pasal yang memuat klausula baku dalam Perda DKI Jakarta No. 5 Tahun 1999 tentang Perparkiran. Meskipun uji materi itu kandas, kepedulian David pada masalah konsumen tidak berhenti.

 

Dari perparkiran ke pelayanan bandara

Kepedulian David mengenai perparkiran melahirkan sebuah buku dengan tema yang sama. Buku ‘Parkir’ itu bercerita tentang pengalaman David menangani perkara perparkiran di pengadilan. Bagi David, kasus itu penting diketahui publik bukan saja untuk pembelajaran, tetapi juga sebagai upaya David menjawab cemooh sejumlah orang. David dianggap terlalu mencari-cari perkara, termasuk yang “receh-receh”.

 

Cemooh itu tak mematikan semangat suami Aurora Panggabean ini. Sebab, ia punya prinsip “jika setia pada perkara kecil maka akan diberikan tanggung jawab atas perkara besar”.

 

Prinsip itu lagi-lagi ia tunjukkan dalam pelayanan penerbangan dan bandara. Tercatat dua kali ia melayangkan gugatan. Pertama, gugatan terhadap Lion Mentari Air Lines. Ketika banyak orang hanya bisa berkeluh kesah dan menggerutu—bahkan marah-marah—akibat delay penerbangan, David memilih jalur hukum. David menganggap delay yang dilakukan perusahaan penerbangan tanpa alasan yang logis ditambah menelantarkan konsumen jasa penerbangan, sama saja dengan perbuatan melawan hukum. Konstruksi pemikiran yang dibangun David ternyata diterima hakim. Putusan atas perkara ini sudah berkekuatan hukum tetap, dan mungkin bisa menjadi yurisprudensi.

 

Gugatan kedua melawan Menteri Perhubungan dan PT Angkasa Pura II. Penyebabnya sederhana, gara-gara penyesuaian airport tax yang tidak sesuai prosedur yang ditetapkan peraturan perundang-undangan. PN Jakarta Pusat mengabulkan gugatan David, dan para tergugat diminta membayar ganti rugi sepuluh ribu rupiah! Perkara ini masih dalam tahap banding.

 

Meskipun tak banyak advokat yang peduli pada perkara kecil seperti itu, David yakin seorang advokat yang benar-benar mencintai profesinya harus peduli pada ketidakadilan yang dialami masyarakat sekitar. Ironisnya, kebanyakan advokat lebih melihat materi sebagai dasar menangani perkara. Sikap inilah yang menjauhkan advokat dari masyarakat.

 

Lantaran kepeduliannya pada masalah-masalah konsumen, David terlibat pada aktivitas Koalisi Anti Korupsi Ayat Rokok. Koalisi ini mempersoalkan hilangnya “pasal tembakau” dalam Undang-Undang Kesehatan. Lulusan magister kenotariatan ini juga berkomunikasi intens dengan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) dan Direktorat Perlindungan Konsumen Departemen Perdagangan. Siapa tahu suatu saat David juga dipercaya menjadi anggota Badan Perlindungan Konsumen Nasional.

 

Pengurus Nasional Peradi tampaknya juga melihat kepedulian David. Karena itu. Sejak Mei 2009 lalu, David ditunjuk menjadi Wakil Ketua sekaligus anggota Pusat Bantuan Hukum Cuma-Cuma (PBH) Peradi. PBH ini didirikan sebagai tindak lanjut pemberian jasa bantuan hukum probono kepada kaum miskin yang diamanatkan UU Advokat dan Peraturan Pemerintah No. 83 Tahun 2008.

 

Mengharapkan materi dari perkara-perkara kecil tersebut bisa dibilang mimpi. Toh, apa yang dilakukan David bisa memotivasi orang lain untuk terus memperjuangkan hak-haknya dengan benar. Menuntut hak bukan dengan adu jotos, melainkan dengan cara-cara yang elegan. Bagi David, mengurusi hal-hal kecil menjadi pelajaran bagi kita agar mampu menangani perkara besar. Jika tidak bisa dan peduli pada hal-hal kecil, sama saja kita melihat semut di seberang lautan. “Selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang,” begitu kata David suatu kali.

 

Lepas dari kelebihan dan kekurangan, David percaya bahwa kualitas seorang advokat bukan kata tanpa makna. Kualitas lahir dari harmoni antara antara doa, integritas, ketekunan, kerja keras, dan pengabdian. Harmoni itu terasa syahdu diiringi bait doa yang berkumandang di malam 10 tahun Adams @ Co, Oktober lalu: “Kusiapkan hatiku Tuhan, untuk dengar firman-Mu saat ini”.

 

sumber : http://www.hukumonline.com/berita

Anda Bodoh Kalau Takut Ide Bisnis Anda Dicuri

mencuri-ide-bisnis

Sukses dalam berbisnis bukan hanya ditentukan oleh ide Anda yang unik, karena itu jangan takut jika ide bisnis Anda ditiru orang lain.
Ada dua tipe pebisnis, pertama ada yang malu-malu membicarakan detail tentang usahanya dan satu lagi yang sangat blak-blakan dalam membicarakan ide bisnisnya tersebut sampai sukses. Memang tidak ada salahnya para pebisnis tersebut untuk “merahasiakan” ide bisnisnya.

Memang para pebisnis sangat khawatir jika idenya dikopi atau ditiru. Itu wajar, karena kebanyakan pebisnis merintis bisnis dari bawah dengan ide yang masih segar dan unik, Mereka takut nanti jika ada orang yang menjiplak bisnis lalu tiba-tiba bisnisnya tersebut lebih sukses. Sekarang kami akan memberikan contoh, jika Anda melihat pesepakbola Messi, dan meniru semua triknya, apakah Anda akan sehebat Messi? Jika terlalu tinggi, Anda bisa menjiplak pendiri Kebab Babarafi, Hendi Setiono. Anda bisa meniru secara detail, lalu lihat apakah kebab buatan Anda bisa sesukses Kebab Babarafi? Jawabannya tidak.

Tentu ada beberapa aspek yang harusnya Anda tidak perlu khawatir jika ide Anda dijiplak ketika Anda sedang diwawancarai atau sedang bercerita tentang kesuksesan bisnis kepada teman atau kelurga. Inilah beberapa aspek tersebut.

 

Ide Anda itu tidak penting

Jika berbicara mengenai ide, maka ide adalah sebuah rancangan yang tersusun rapi didalam pikiran. Kami akan menggaris bawahi pikiran. Sesuatu yang masih didalam pikiran itu berarti belum terjadi. Jadi, ide adalah sesuatu gagasan yang belum terjadi. Ketika Anda mengeluarkan ide kepada teman atau keluarga Anda, itu bukan berarti mereka akan langsung menjiplak ide Anda dan mengeluarkan bisnis. Mereka tidak akan peduli dengan ide Anda.

Kenapa? Karena ide adalah hal yang belum terjadi. Mereka tentu tidak mengetahui bagaimana prospek secara nyata. Dalam bisnis, ide tentu bukan faktor yang utama. Faktor utama dalam membuat bisnis adalah ide, modal dan kerja keras. Ketika tidak ada ketiganya, tentu bisnis Anda tidak berjalan. Pada intinya, mereka belum tentu bisa mengaplikasikan ide Anda.

 

Google bukanlah search engine pertama di dunia

Anda tahu bahwa Google adalah bukan search engine pertama di dunia? Bahkan nama besar seperti Yahoo! sudah ada sebelum Google. Lalu kenapa Google bisa menjadi search engine nomor satu di dunia sedangkan search engine yang lain bisa kalah? Karena Google tidak sekedar “mencuri” ide. Google terus berinovasi dan mengupgrade kemampuan search engine.

Tidak hanya Google, beberapa startup besar di dunia pun tidak hadir dengan ide sendiri. Facebook yang “mencuri” ide dari teman kuliahnya ConnectU yang diangkat di film “The Social Network”, lalu ada WhatsApp yang sekarang menjadi salah satu aplikasi mobile messenger terbesar, juga bukan yang pertama. Mereka semua sukses karena berhasil melakukan beberapa perubahan dan membaut invoasi yang lebih.

Lalu apa hubungannya? Anda tidak perlu takut ide Anda dicuri ketika Anda masih terus bisa berinovasi menggunakan ide tersebut. JIka ada orang lain yang sukses dengan – yang seperti – ide Anda, itu berarti Anda tidak bisa berinovasi lebih jauh.

 

Kebanyakan orang sibuk dan tidak peduli dengan ide Anda

Beberapa investor besar di Amerika sering mendapatkan pertanyaan, “Bagaimana saya tahu jika ide saya tidak diambil oleh Anda?”. Itu adalah pertanyaan yang sangat bagus, para investor yang kaya pasti mempunyai uang yang cukup untuk menjiplak ide dan membuat bisnis sendiri dan tentu mendapat lebih banyak kemampuan. Dan jawaban dari para investor adalah?

“Jangan khawatir, kami tidak ada waktu untuk memperdulikan dan mencuri ide Anda”

Kenapa demikian? Karena para investor mempunyai reputasi dan gengsi yang sangat besar. Investor tentu ingin sekali mengaplikasikan ide Anda dengan bisnisnya sendiri. Tetapi mereka sadar tidak akan bisa menyamai ide Anda tersebut. Para investor lebih baik memikirkan ide lain dari pada mencuri dari para entrepreneur.

 

Lalu, kenapa banyak entrepreneur yang takut ide bisnisnya dicuri?

Dunia entrepreneur atau dunia bisnis adalah jahat. Jahat bukan berarti banyak ide bisnis yang dicuri, tetapi jahat karena jika Anda tidak bisa berinovasi atau berkembang, bisnis Anda bisa mati. Jadi, pada intinya adalah bagaimana caranya ide bisnis Anda tidak dicuri yaitu Anda harus bisa berkembang dan terus berinovasi.

Sebenarnya ketakutan para pebisnis soal ide bisnis yang dicuri sama dengan banyaknya startup yang gagal pada tahun pertama. Cara mengatasinya adalah jangan dipikirkan, terus fokus pada bisnis Anda sendiri, dan itu tadi, terus berkembang dan berinovasi.

 

Yang harus Anda lakukan?

Pertanyaan terakhir yang terlintas dalam kepala Anda adalah, apa yang harus saya lakukan? Apakah Anda harus terus menyimpan ide Anda agar ide bisnis Anda tidak dicuri? Atau bahkan sebaliknya, mengumbar ide Anda.

Jawaban yang paling tepat adalah, fokus terhadap bisnis Anda dan berbagilah. Anda tentu tidak mungkin mempunyai satu ide yang itu-itu saja. Dan bagaimana cara Anda mendapatkan ide baru? Anda harus bersosialisasi, menceritkan tentang ide bisnis Anda kepada orang lain. Tidak perlu takut tentang ide Anda akan dicuri atau dijiplak. Mintalah sesekali kritik dan saran tentang bisnis Anda. Karena jika Anda terlalu terpaku pada ide bisnis Anda, itu hanya yang akan Anda dapatkan, tidak bisa lebih.

 

Jadi, sekarang Anda tidak perlu takut untuk membagikan ide Anda. Ketika Anda ingin mendapat inspirasi ide bisnis dari orang lain, tentu Anda juga harus bisa berbagi. Terinspirasi oleh artikel ini? Bagikan untuk teman-teman Anda di social media ya! Anda juga bisa mendapatkan informasi bisnis anak muda kreatif melalui Facebook atau Twitter Studentpreneur.

 

sumber : log.viva.co.id

 

DKI Jakarta Luncurkan Aplikasi QLUE Smart City

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta resmi meluncurkan aplikasi Smart City, Senin (15/12) siang. Melalui aplikasi senilai Rp 3,5 milyar itu, aparat bisa memantau dan langsung menindaklanjuti keluhan dari masyarakat serta menjadi penilaian atas kinerja lurah dan camat dalam menindaklanjuti keluhan warga.

 

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menuturkan, aplikasi itu bisa membantu mewujudkan model pemerintahan baru yang melibatkan warga dalam membuat kebijakan. Aplikasi itu dinilai tidak terlalu mahal dan menghabiskan anggaran.

“Saya beri apresiasi kepada Diskominfomas yang sudah berhasil merealisasi aplikasi ini dengan anggaran yang minim. Tidak percuma juga saya mendesak Waze, Safetipin, dan Swakita,” ujar Ahok saat peluncuran Smart City di Balai Kota DKI Jakarta.

Basuki menginstruksikan seluruh camat dan lurah mengundur aplikasi cepat respon opini publik (CROP). Sementara masyarakat sebagai pelapor diharapkan memasang aplikasi QLUE pada telepon seluler pintar berbasis android. “Seluruh camat dan lurah dan lainnya segera mengunduh aplikasi ini. Nanti kita bisa lihat responnya melalui aplikasi ini. Kalau lama akan kita `stafkan` saja,” tukas mantan bupati Belitung Timur itu.

Selain melalui aplikasi QLUE, warga DKI juga dapat mengakses melalui smartcity.jakarta.go.id. Situs itu terintegrasi dengan aplikasi sosial media pengaduan warga Ibu Kota, seperti e-mail dki@jakarta.go.id, Twitter @jakartagoid, Facebook jakarta.go.id, balai warga di situs www.jakarta.go.id, petajakarta.org, Lapor! 1708, dan Google Waze.

Kepala Dinas Komunikasi, Informasi dan Kehumasan (Diskominfomas) DKI Jakarta Agus Bambang Setiowidodo mengatakan, QLUE merupakan tempat mengaduan secara real time. warga dapat mengadukan berbagai masalah sosial yang menyangkut ibu kota.

“Pengaduan seperti macet, banjir, sampah, joki three in one, parkir ilegal, pengemis, bisa dilaporkan berdasar lokasi dengan fotonya,” kata Agus kepada awak media.

Laporan warga di aplikasi QLUE juga terintegrasi ke situs smartcity.jakarta.go.id. Seluruh laporan warga di situs dan aplikasi itu langsung terkoneksi ke aplikasi android yang khusus diunduh oleh aparat Pemprov DKI Jakarta serta aparat kepolisian yakni CROP.

Dia menjelaskan aplikasi CROP merupakan dashboard mapping yang menggunakan platform Google Maps sebagai dasar pemetaan digital. “Aparat pemerintah yang menindaklanjuti laporan warga memberi hasil laporan respon ke smartcity.jakarta.go.id yang terkoneksi langsung dengan aplikasi QLUE,” kata Agus.

Adapun data yang terintegrasi dengan smartcity.jakarta.go.id seperti jalur fiber optic, tinggi muka air, letak menara, pos polisi, data kependudukan, dan lainnya. Melalui aplikasi itu dapat melihat keadaan Jakarta melalui monitoring CCTV yang terintegrasi di pintu air, jalan raya, dan lainnya. Ke depannya, pengembangan aplikasi smart city adalah warga Jakarta dapat mengetahui nilai Pajak Bumi Bangunan (PBB) hingga perencanaan kota. {jcomments on}

Modal Rp 2 Juta, Rumah Anda Bisa Dapat Listrik dari Matahari Tiap Hari

Jakarta -Pengembangan energi terbarukan dari sinar matahari sudah semakin pesat. Dahulu, dibutuhkan banyak solar cell atau panel surya, dan lahan yang luas untuk memproduksi listrik dari tenaga surya.

Kini, setiap rumah bisa memperoleh listrik dari sinar matahari dengan hanya memasang panel surya berukuran kurang dari 10 meter persegi di atap rumah.

Anggota Dewan Energi Nasional (DEN), Rinaldy Dalimi mengungkapkan, kemajuan teknologi membuat listrik tenaga surya makin mudah dan murah untuk diproduksi. Biaya listrik tenaga surya sudah turun sekitar 90% dibanding 1 dekade yang lampau.

Rinaldi menuturkan, sekarang ada solar cell roof top berukuran 1 meter persegi yang dapat menghasilkan listrik sekitar 100 Watt setiap hari‎. Harganya mulai dari Rp 2 juta. Selain ramah lingkungan, kini listrik tenaga surya juga tak lagi mahal.

“Pasang ‎solar cell di atap seukuran 1 meter persegi bisa hasilkan listrik 100 Watt. Sekarang ini kalau 1 meter persegi menghasilkan 100 Watt itu sekitar Rp 2-3 juta‎,” kata Rinaldy, usai Diskusi Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), di Hotel Acasia, Jakarta, Sabtu (31/10/2015).

Dengan makin terjangkaunya listrik tenaga surya, negara-negara maju pun semakin melirik tenaga surya sebagai sumber energi masa depan. Jepang dan Australia sudah menyatakan untuk mengadopsi teknologisolar cell roof top ini, untuk diperluas penggunaannya di negara mereka. Malaysia juga mulai mendorong warganya untuk memasang panel surya di atap-atap rumah maupun perkantoran.

“Jepang dan Australia sudah menyatakan akan mengadopsi ini. Malaysia memberi insentif buat penduduk yang mau memasang,” paparnya.

Langkah ini juga mulai diikuti oleh Indonesia. Kata Rinaldy, saat ini pemerintah sedang menyusun aturanfeed in tariff untuk membeli listrik dari panel surya yang dipasang di atap-atap rumah. Kelebihan pasokan listrik dari rumah-rumah yang menggunakan panel surya akan dibeli oleh PT PLN (Persero), dengan harga yang menguntungkan. ‎”Pemerintah sedang bikin feed in tariff untuk listrik dari solar cell roof top, sedang didesain,” ucapnya.

Agar industri panel surya juga tumbuh di Indonesia, Rinaldy mengusulkan adanya kewajiban bagi perkantoran, jalan raya, dan rumah dengan harga di atas Rp 1 miliar untuk menggunakan panel surya di atapnya. Semakin banyak pengguna panel surya di Indonesia, permintaannya makin tinggi, produksinya pun makin massal sehingga biayanya bisa lebih efisien.‎

“Kita usul perkantoran, jalan raya, rumah di atas Rp 1 miliar wajib solar cell. Supaya industrinya tumbuh dan harganya turun,” cetusnya.

Saat ini, sebagian besar panel surya di Indonesia baru digunakan untuk melistriki lampu-lampu jalan.‎ “Sekarang sudah dipasang misalnya di lampu-lampu jalan,” pungkasnya.

sumber : detik.com

Script Gratis, submit your website to search engine

Kali ini aku mo bagi-bagi link gratis buat kamu yang lagi konsen ama yang namanya traffiking bosster web / blog.

Disini kamu bisa download script buat website / blogmu supaya lebih interaktif serta menawarkan layanan gratis dari pembaca, jika kamu ingin lebih banyak lagi script bisa langsung kontak email.

URL Submit Script – PHP script which allows users to submit website to over 130 engines in one time only, no lost your time in one click your site are listed in the most important engines .

Tube Spider – allow your visitors to search videos in youtube , Integrates search & play , gives preview of videos on mouseover, and more. Easy install , your add the default word to display videos related in your index ( example using word Funny display funny videos related ) !

Free ping script – is a blog ping script that pings or notifies Weblog Services such as Blog Search Engines and blog directories that your blog has been updated. This help to index your blog fast and make your content available for a larger audience.
Creates thousands of backlinks, at a touch of a button!
A Backlink harvester which harvests thousands of links then runs them through a bot to auto create accounts, verify emails, post your links and pull back a report of your do followed links!

sumber : https://harrygombongblog.wordpress.com

Buat Bisnis Startup mu sekarang juga!

Sekarang juga! Sesegera Mungkin!

Apa sih Startup itu? Saya jelaskan sedikit ya.. Startup adalah ide bisnis baru yang original muncul dari pikiran kita untuk diwujudkan dan diimplementasikan . Jadi bisa ide bisnis kreatif secara online, dsb.

Nah kenapa harus cepat sih? Kenapa harus sekarang juga?

Jelas donk, karena ide-ide baru terus bermunculan dan sudah terlaksana di dalam kehidupan kita. Tentu siapa cepat, dia yang akan mencapai keberhasilan terlebih dahulu kan? Tentu saja akan meraup keuntungan juga dari hal tersebut. Oleh karena itu, ayo kita sebagai generasi muda, segera tuangkan ide pikiranmu dalam bisnis startup dan jadilah sukses dan kaya dari bisnis ini. Sekarang juga sebelum idemu diambil orang dan mumpung kita masih muda!

 

Salam sukses ruarr biasa!

JagoanInternet.com

Etika bisnis: Monopoli – Kasus PT. Perusahaan Listrik Negara

  1. Latar belakang masalah
  2. Perusahaan Listrik Negara Persero (PT. PLN) merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang diberikan mandat untuk menyediakan kebutuhan listrik di Indonesia. Seharusnya sudah menjadi kewajiban bagi PT. PLN untuk memenuhi itu semua, namun pada kenyataannya masih banyak kasus dimana mereka merugikan masyarakat. Kasus ini menjadi menarik karena disatu sisi kegiatanmonopoli mereka dimaksudkan untuk kepentingan mayoritas masyarakat dan sebesar-besarnya kemakmuran rakyat sesuai UUD 1945 Pasal 33, namun disisi lain tindakan PT. PLN justru belum atau bahkan tidak menunjukkan kinerja yang baik dalam pemenuhan kebutuhan listrik masyarakat.
  3. Pengertian monopoli

Monopoli adalah suatu situasi dalam pasar dimana hanya ada satu atau segelintir perusahaan yang menjual produk atau komoditas tertentu yang tidak punya pengganti yang mirip dan ada hambatan bagi perusahaan atau pengusaha lain untuk masuk dalam bidan industri atau bisnis tersebut. Dengan kata lain, pasar dikuasai oleh satu atau segelintir perusahaan, sementara pihak lain sulit masuk didalamnya. Karena itu, hampir tidak ada persaingan berarti.

Secara umum perusahaan monopoli menyandang predikat jelek karena di konotasikan dengan perolehan keuntungan yang melebihi normal dan penawaran komoditas yang lebih sedikit bagi masyarakat, meskipun dalam praktiknya tidak selalu demikian. Dalam ilmu ekonomi dikatakan ada monopoli jika seluruh hasil industri diproduksi dan dijual oleh satu perusahaan yang disebut monopolis atau perusahaan monopoli.

  1. Jenis monopoli

Ada dua macam monopoli. Pertama adalah monopoli alamiah dan yang kedua adalah monopoli artifisial. Monopoli alamiah lahir karena mekanisme murni dalam pasar. Monopoli ini lahir secara wajar dan alamiah karena kondisi objektif yang dimiliki oleh suatu perusahaan, yang menyebabkan perusahaan ini unggul dalam pasar tanpa bisa ditandingi dan dikalahkan secara memadai oleh perusahaan lain. Dalam jenis monopoli ini, sesungguhnya pasar bersifat terbuka. Karena itu, perusahaan ain sesungguhnya bebas masuk dalam jenis industri yang sama. Hanya saja, perusahaan lain tidak mampu menandingi perusahaan monopolistis tadi sehingga perusahaan yang unggul tadi relatif menguasasi pasar dalam jenis industri tersebut.

Yang menjadi masalah adalah jenis monopoli yang kedua, yaitu monopoli artifisial. Monopoli ini lahir karena persekongkolan atau kolusi politis dan ekonomi antara pengusaha dan penguasa demi melindungi kepentingan kelompok pengusaha tersebut. Monopoli semacam ini bisa lahir karena pertimbangan rasional maupun irasional. Pertimbangan rasional misalnya demi melindungi industri industri dalam negeri, demi memenuhi economic of scale, dan seterusnya. Pertimbangan yang irasional bisa sangat pribadi sifatnya dan bisa dari yang samar-samar dan besar muatan ideologisnya sampai pada yang kasar dan terang-terangan. Monopoli ini merupakan suatu rekayasa sadar yang pada akhirnya akan menguntungkan kelompok yang mendapat monopoli dan merugikan kepentingan kelompok lain, bahkan kepentingan mayoritas masyarakat.

  1. Ciri pasar monopoli

Adapun yang menjadi ciri-ciri dari pasar monopoli adalah:

  1. Pasar monopoli adalah industri satu perusahaan. Dari definisi monopoli telah diketahui bahwa hanya ada satu saja perusahaan dalam industri tersebut. Dengan demikian barang atau jasa yang dihasilkannya tidak dapat dibeli dari tempat lain. Para pembeli tidak mempunyai pilihan lain, kalau mereka menginginkan barang tersebut maka mereka harus membeli dari perusahaan monopoli tersebut. Syarat-syarat penjualan sepenuhnya ditentukan oleh perusahaan monopoli itu, dan konsumen tidak dapat berbuat suatu apapun didalam menentukan syarat jual beli.
  2. Tidak mempunyai barang pengganti yang mirip. Barang yang dihasilkan perusahaan monopoli tidak dapat digantikann oleh barag lain yang ada didalam pasar. Barang-barang tersebut merupakan satu-satunya jenis barang yang seperti itu dan tidak terdapat barang mirip yang dapat menggantikan.
  3. Tidak terdapat kemungkinan untuk masuk kedalam industri. Sifat ini merupakan sebab utama yang menimbulkan perusahaan yang mempunyai kekuasaan monopoli. Keuntungan perusahaan monopoli tidak akan menyebabkan perusahaan-perusahaan lain memasuki industri tersebut.
  4. Dapat mempengaruhi penentuan harga. Oleh karena perusahaan monopoli merupakan satu-satunya penjual didalam pasar, maka penentuan harga dapat dikuasainya. Oleh sebab itu perusahaan monopoli dipandang sebagai penentu harga.
  5. Promosi iklan kurang diperlukan. Oleh karena perusahaan monopoli adalah satu-satunya perusahaan didalam industri, ia tidak perlu mempromosikan barangnya dengan menggunakan iklan. Walau ada yang menggunakan iklan, iklan tersebut bukanlah bertujuan untuk menarik pembeli, melainkan untuk memelihara hubungan baik dengan masyarakat.
  1. Undang-undang tentang monopoli

Terlepas dari kenyataan bahwa dalam situasi tertentu kita membutuhkan perusahaan besar dengan kekuatan ekonomi yang besra, dalam banyak hal praktik monopoli, oligopoli, suap, harus dibatasi dan dikendalikan, karena bila tidak dapat merugikan kepentingan masyarakat pada umumnya dan kelompok-kelompok tertentu dalam masyarakat. Strategi yang paling ampuh untuk itu, sebagaimana juga ditempuh oleh Negara maju semacam Amerika, adalah melalui undang-undang anti-monopoli.

Di Indonesia untuk mengatur praktik monopoli telah dibuat sebuah undang-undang yang mengaturnya. Undang-undang itu adalah Undang-undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 1999 Tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat. Undang-undang ini menerjemahkan monopoli sebagai suatu tindakan penguasaan atas produksi dan atau pemasaran barang dan atau atas penggunaan jasa tertentu oleh satu pelaku usaha atau satu kelompok pelaku usaha. Sedangkan praktik monopoli pada UU tersebut dijelaskan sebagai suatu pemusatan kekuatan ekonomi oleh satu atau lebih pelaku usaha yang mengakibatkan dikuasainya produksi dan atau pemasaran atas barang dan atau jasa tertentu sehingga menimbulkan persaingan usaha tidak sehat dan dapat merugikan kepentingan umum. UU ini dibagi menjadi 11 bab yang terdiri dari beberapa pasal.

  1. Rumusan masalah
  2. Perusahaan Listrik Negara (Persero) adalah perusahaan pemerintah yang bergerak di bidang pengadaan listrik nasional. Hingga saat ini, PT. PLN masih merupakan satu-satunya perusahaan listrik sekaligus pendistribusinya. Dalam hal ini PT. PLN sudah seharusnya dapat memenuhi kebutuhan listrik bagi masyarakat, dan mendistribusikannya secara merata.

Usaha PT. PLN termasuk kedalam jenis monopoli murni. Hal ini ditunjukkan karena PT. PLN merupakan penjual atau produsen tunggal, produk yang unik dan tanpa barang pengganti yang dekat, serta kemampuannya untuk menerapkan harga berapapun yang mereka kehendaki.

Pasal 33 UUD 1945 menyebutkan bahwa sumber daya alam dikuasai negara dan dipergunakan sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat. Sehingga. Dapat disimpulkan bahwa monopoli pengaturan, penyelengaraan, penggunaan, persediaan dan pemeliharaan sumber daya alam serta pengaturan hubungan hukumnya ada pada negara. Pasal 33 mengamanatkan bahwa perekonomian Indonesia akan ditopang oleh 3 pemain utama yaitu koperasi, BUMN/D (Badan Usaha Milik Negara/Daerah), dan swasta yang akan mewujudkan demokrasi ekonomi yang bercirikan mekanisme pasar, serta intervensi pemerintah, serta pengakuan terhadap hak milik perseorangan. Penafsiran dari kalimat “dikuasai oleh negara” dalam ayat (2) dan (3) tidak selalu dalam bentuk kepemilikan tetapi utamanya dalam bentuk kemampuan untuk melakukan kontrol dan pengaturan serta memberikan pengaruh agar perusahaan tetap berpegang pada azas kepentingan mayoritas masyarakat dan sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

Contoh kasus monopoli yang dilakukan oleh PT. PLN adalah:

  1. Fungsi PT. PLN sebagai pembangkit, distribusi, dan transmisi listrik mulai dipecah. Swasta diizinkan berpartisipasi dalam upaya pembangkitan tenaga listrik. Sementara untuk distribusi dan transmisi tetap ditangani PT. PLN. Saat ini telah ada 27 Independent Power Producer di Indonesia. Mereka termasuk Siemens, General Electric, Enron, Mitsubishi, Californian Energy, Edison Mission Energy, Mitsui & Co, Black & Veath Internasional, Duke Energy, Hoppwell Holding, dan masih banyak lagi. Tetapi dalam menentukan harga listrik yang harus dibayar masyarakat tetap ditentukan oleh PT. PLN sendiri.
  2. Krisis listrik memuncak saat PT. Perusahaan Listrik Negara (PT. PLN) memberlakukan pemadaman listrik secara bergiliran di berbagai wilayah termasuk Jakarta dan sekitarnya, selama periode 11-25 Juli 2008. Hal ini diperparah oleh pengalihan jam operasional kerja industri ke hari Sabtu dan Minggu, sekali sebulan. Semua industri di Jawa-Bali wajib menaati, dan sanksi bakal dikenakan bagi industri yang membandel. Dengan alasan klasik, PLN berdalih pemadaman dilakukan akibat defisit daya listrik yang semakin parah karena adanya gangguan pasokan batubara pembangkit utama di sistem kelistrikan Jawa-Bali, yaitu di pembangkit Tanjung Jati, Paiton Unit 1 dan 2, serta Cilacap. Namun, di saat yang bersamaan terjadi juga permasalahan serupa untuk pembangkit berbahan bakar minyak (BBM) PLTGU Muara Tawar dan PLTGU Muara Karang.

Dikarenakan PT. PLN memonopoli kelistrikan nasional, kebutuhan listrik masyarakat sangat bergantung pada PT. PLN, tetapi mereka sendiri tidak mampu secara merata dan adil memenuhi kebutuhan listrik masyarakat. Hal ini ditunjukkan dengan banyaknya daerah-daerah yang kebutuhan listriknya belum terpenuhi dan juga sering terjadi pemadaman listrik secara sepihak sebagaimana contoh diatas. Kejadian ini menyebabkan kerugian yang tidak sedikit bagi masyarakat, dan investor menjadi enggan untuk berinvestasi.

  1. Monopoli PT. PLN ditinjau dari teori etika deontologi

Konsep teori etika deontologi ini mengemukakan bahwa kewajiban manusia untuk bertindak secara baik, suatu tindakan itu bukan dinilai dan dibenarkan berdasarkan akibat atau tujuan baik dari tindakan itu, melainkan berdasarkan tindakan itu sendiri sebagai baik pada dirinya sendiri dan harus bernilai moral karena berdasarkan kewajiban yang memang harus dilaksanakan terlepas dari tujuan atau akibat dari tindakan itu. Etika deontologi sangat menekankan motivasi, kemauan baik dan watak yang baik dari pelaku.

Dalam kasus ini, PT. Perusahaan Listrik Negara (Persero) sesungguhnya mempunyai tujuan yang baik, yaitu bertujuan untuk memenuhi kebutuhan listrik nasional. Akan tetapi tidak diikuti dengan perbuatan atau tindakan yang baik, karena PT. PLN belum mampu memenuhi kebutuhan listrik secara adil dan merata. Jadi menurut teori etika deontologi tidak etis dalam kegiatan usahanya.

  1. Monopoli PT. PLN ditinjau dari teori etika teleologi

Berbeda dengan etika deontologi, etika teleologi justru mengukur baik buruknya suatu tindakan berdasarkan tujuan yang akan dicapai dengan tindakan itu, atau berdasarkan akibat yang ditimbulkan oleh tindakan itu. Dalam kasus ini, monopoli di PT. PLN terbentuk secara tidak langsung dipengaruhi oleh Pasal 33 UUD 1945, dimana pengaturan, penyelengaraan, penggunaan, persediaan dan pemeliharaan sumber daya alam serta pengaturan hubungan hukumnya ada pada negara untuk kepentingan mayoritas masyarakat dan sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Maka PT. PLN dinilai etis bila ditinjau dari teori etika teleologi.

  1. Monopoli PT. PLN ditinjau dari teori etika utilitarianisme

Etika utilitarianisme adalah teori etika yang menilai suatu tindakan itu etis apabila bermanfaat bagi sebanyak mungkin orang. Tindakan PT. PLN bila ditinjau dari teori etika utilitarianisme dinilai tidak etis, karena mereka melakukan monopoli. Sehingga kebutuhan masyarakat akan listrik sangat bergantung pada PT. PLN.

  1. Kesimpulan

Dari pembahasan pada bab sebelumnya dapat disimpulkan bahwa PT. Perusahaan Listrik Negara (Persero) telah melakukan tindakan monopoli, yang menyebabkan kerugian pada masyarakat. Tindakan PT. PLN ini telah melanggar Undang-undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 1999 Tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat.

  1. Saran

Untuk memenuhi kebutuhan listrik bagi masyarakat secara adil dan merata, ada baiknya Pemerintah membuka kesempatan bagi investor untuk mengembangkan usaha di bidang listrik. Akan tetapi Pemerintah harus tetap mengontrol dan memberikan batasan bagi investor tersebut, sehingga tidak terjadi penyimpangan yang merugikan masyarakat. Atau Pemerintah dapat memperbaiki kinerja PT. PLN saat ini, sehingga menjadi lebih baik demi tercapainya kebutuhan dan kesejahteraan masyarakat banyak sesuai amanat UUD 1945 Pasal 33.

 

sumber : https://lppcommunity.wordpress.com